My Post

Rabu, 13 Maret 2013

Keseimbangan Kecoak Jadi Inspirasi Perekayasa Robot




SHUTTERSTOCK
Ilustrasi.
BERKELEY, KOMPAS.com – Kecoak, hewan berkaki enam yang termasuk ordo Blattodea, mungkin bukan fauna asing. Dibalik kesukaannya hidup di tempat kotor, hewan ini ternyata memiliki kemampuan hebat dalam bergerak. Ia mampu menyeimbangkan dirinya tanpa harus menggunakan otaknya.

Kemampuan kecoak memukau tim peneliti dari University of California, Berkeley dan menginspirasi mereka untuk menggali lebih dalam tentang kemampuan itu agar dapat diterapkan pada sistem gerak robot yang mampu berjalan.

Saat ini, perekayasa robot berjalan sering dihadapkan pada dua kendala utama, yakni kemampuan menjaga keseimbangan dan adaptabilitas robot pada medan berat atau kerusakan yang terjadi di kaki mereka.

Peneliti berpendapat, robot yang mampu menjaga keseimbangan tanpa harus menggunakan ‘otak’-nya akan lebih efisien. Karena, otak robot tidak harus membuang waktu untuk ‘berpikir’ posisi kaki-kaki mereka.

Peneliti melihat, kecoak adalah contoh yang ideal untuk mencari solusi kedua masalah tersebut. Berdasarkan hasil kajian terbaru, kecoak melangkahkan kaki-kakinya tanpa melibatkan otak mereka. Hewan ini juga masih bisa berjalan bahkan berlari meski kehilangan kakinya.

Kemampuan gerak kecoak itu terungkap dari hasil kajian yang dilakukan oleh tim peneliti yang diketuai Shai Revzen, asisten professor teknik elektro dan ilmu komputer University of California. Riset dipublikasikan di jurnal Biological Cybernetics.

Revzen dan timnya melakukan uji coba dengan meletakkan kecoak pada wadah yang dihubungkan dengan seutas tali plastik yang diregangkan. Tim mengamati gerakan kaki-kaki kecoa saat mereka melangkah menggunakan kamera video dan komputer untuk mengurut pola gerakan yang dilakukan oleh kecoa itu.

Saat wadah itu dimiringkan dan kecoak ‘dipaksa’ untuk menyeimbangkan posisi mereka dengan posisi wadah tersebut, peneliti menemukan fakta kalau kecoa menyesuaikan posisi kaki-kaki mereka ketika ia selesai melangkah, bukan pada saat kaki masih melangkah.

Diberitakan Discovery 26 Februari 2013 lalu, hal itu berarti bahwa kecoak berpikir tentang keseimbangan dan menentukan posisi kaki mereka saat berhenti melangkah. Mereka ‘menggantungkan’ posisi kaki saat melangkah pada umpan balik dari lingkungan disekitarnya.

Fakta ini menunjukkan kalau kecoak sangat efisien dalam mengelola gerakan kaki mereka. Kemampuan inilah yang kemudian menjadi inspirasi baru untuk desain robot. Kebanyakan robot yang ada saat ini masih menggunakan sensor di kaki mereka untuk memberitahukan kemana mereka harus melangkah.

Sumber :
DISCOVERY

Tidak ada komentar:

Posting Komentar